Jambu Mutiara Karawang Varietas Asli Karawang

|| || || 2 comments

Karawang Bisnis
Untuk anda semua warga karawang pada kesempatan ini saya hanya ingin menginformasikan bahwa KARAWANG memiliki komoditi unggulan yaitu JAMBU MUTIARA KARAWANG, yang saat ini sangat banyak dicari pasar...


Bagi warga Karawang yang belum mengetahui seperti apa itu Jambu Mutiara Karawang silahkan baca JAMBU MUTIARA KARAWANG - MUTIARA DARI KARAWANG

Kami Karawang Bisnis minggu kemarin mendapat permintaan dari Jakarta untuk melakukan pengiriman  sebanyak 300 Kg per 2 Minggu, akan tetapi ternyata jumlah permintaan yang hanya 300 kg saja sangat sulit kami penuhi. Semua itu karena terbatasnya areal perkebunan Jambu Mutiara tersebut di Karawang.
Yang lebih menyedihkan lagi kami mendapatkan informasi bahwa Palembang sudah melakukan pembelian ribuan bibit jambu mutiara tersebut, belum lagi Lampung yang sudah melakukan budidaya Jambu Mutiara ini dengan areal yang sangat luas.

Kalo kita dengar iklan " Koq bika Ambon dari Medan....kan beda kota..?" itu sudah biasa.
apakah suatu hari kita juga harus melihat iklan "Koq jambu mutiara Karawang dari Palembang/Lampung... kan beda kota..?

Oleh sebab itu  saya menghimbau kepada seluruh warga Karawang, baik itu pemerintah, karyawan, petani, pengusaha mari kita pertahankan varietas ASKAR ini.

Yang punya LAHAN mari Merapat.......!!
Yang punya DANA mari Bergabung....!!
Yang punya TENAGA mari berjuang....!!
Bersama kita pasti bisa mempertahankan varietas unggulan asli KARAWANG 

Jambu Mutiara Karawang...ya harus dari KARAWANG.

Indah dan cantiknya sampah kayu di Karawang

|| || || Leave a comments

Karawang Bisnis
Sampah kayu tidak selamanya hanya dapat di gunakan sebagai kayu bakar saja, jia ditambahkan dengan imajinasi dan kreatifitas sampah tersebut dapat menjadi suatu komoditi yang sangat cantik, indah dan menjadi komoditi yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Seperti yang dilakukan sekelompok Pemuda Karangtaruna di Desa Kamojing Kec. Cikampek. Secara berkelompok mereka menuangkan kreativitasnya mengolah sampah kayu menjadi aneka ragam kerajinan yang sangat menarik.
Berada di sebuah bangunan mungil dengan pemandangan indah situ Kamojing yang juga Sekretariat Karang Taruna “Taruna Bhakti” Desa Kamojing, mereka berkumpul dan menuangkan kreativitas sekaligus menjadi galeri karya mereka. Hasil karya seni yang dihasilkan antara lain hiasan akar pohon dengan beragam aksesoris ular, patung burung, miniatur perahu, relief, lukisan dan karya kreatif lainnya.
Sosok Kang Ewok atau nama aslinya Supardi merupakan penggagas sekretariat tersebut sejak beberapa waktu yang lalu. Saat inih asil kerajinan anak-anak muda karang taruna ini sudah empat kali dipamerkan di beberapa pameran. Pembelinyapun berasal dari beberapa kalangan termasuk pejabat pemerintahan.


Proses pembuatan dan pemasaran kerajinan sampah kayu
Pembuatan kerajinan sampah kayu memakan waktu yang cukup lama, mulai dari satu hari hingga ada yang memakan waktu dua bulan, sesuai dengan tingkat kesulitannya. Untuk pembuatan asbak misalnya, mereka bisa selesaikan dalam satu hari, relief lukisan dua dimensi bisa diselesaikan hingga satu mingu, sedangkan untuk pembuatan hiasan akar dengan tambahan ular dan burung finishing-nya memakan waktu hingga 2 bulan. Adapun, bahan dasar pembuatan kerajinan tersebut adalah akar-akar pohon yang ditinggalkan oleh penebangnya, limbah kertas koran, cat, tepung aci dan lain-lain.
Harga untuk satu produk kerajinan sangat bervariatif, mulai dari yang 15 ribu rupiah, hingga yang tertinggi 9 juta rupiah. Sedangkan, pemasaran hasil produksinya ternyata tidak hanya di Karawang, tapi sudah merambah keluar Karawang diantaranya adalah ke Surabaya.

Selamat untuk mas Ewok dan rekan rekan semoga kreatifitasnya dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi generasi muda di Karawang khususnya dan di Indonesia pada umumnya

Jambu Mutiara Karawang, Mutiara dari Karawang

|| || || 4 comments


Karawang Bisnis
Mungkin tidak semua orang Karawang menyadari atau mengetahui bahwa Karawang memiliki banyak kehebatan yang patut dibanggakan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah di bidang pertanian.
Kalau dibilang lumbung padi itu sudah pasti..., atau sentra pertanian jamur merang juga sudah jelas..., tetapi masih banyak lagi diantaranya adalah "JAMBU MUTIARA KARAWANG".



Sejarah

Hadirnya jambu biji mutiara asal Thailand yang baru dikembangkan sejak tahun 2009 lalu rupanya diterima baik oleh masyarakat. betapa tidak, jambu biji berdaging putih ini rasanya sangat manis, banyak air dan berbiji sedikit. Pantas saja pakar buah dan perkebunan yakin varietas jambu biji ini akan meroket dan menjadi primadona dalam beberapa tahun kedepan. Ukurannya lebih besar 0,3-0,7/butir dan memiliki 3-4 biji dalam daging buahnya.

Bibit jambu biji mutiara didatangkan langsung dari Thailand oleh Narin Watana Anurak, penangkar dan pembibit buah asal Thailand yang lama menetap di Karawang. Awalnya hanya mencoba-coba, namun ternyata jambu biji mutiara itu tumbuh subur di Karawang. Setelah itu baru kemudian Ia mengenalkan pada petani setempat pada tahun 2009.

Lebih Unggul

Jika dibandingkan dengan jambu biji kristal asal Taiwan yang diminati di supermarket dan toko buah, tentu jambu biji mutiara ini memiliki peluang yang lebih bagus. Alasannya biji jambu mutiara ini lebih sedikit, bahkan bisa dibilang tidak ada bijinya, sedangkan jambu biji kristal memiliki 3% biji dalam buahnya. Rasa jambu biji mutiara juga lebih manis.

Bagi petani, jambu biji mutiarapun lebih diminati, karena perawatan yang mudah dan tanaman ini cukup rajin berbuah. Menariknya lagi, jambu ini juga bisa dijadikan tanaman buah dalam pot (tambulampot) dan sudah bisa dipanen mulai 7 bulan sejak ditanam. Namun setiap pemilik kebun memiliki teknik yang berbeda, sehingga waktu panennya juga berbeda-beda.

Jambu biji mutiara memiliki warna kulit yang hijau muda mengkilap karena dilapisi lapisan lilin sehingga tidak disukai serangga, dagingnya berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat seperti apel dan rasanya lebih renyah dan banyak air. Jambu jenis ini juga bisa tahan hingga 5 hari setelah dipetik pada suhu ruang dan bisa 2-3 minggu jika disimpan di pendingin.

Yang unik adalah bahwa buah ini memiliki bentuk yang berbeda tergantung buah itu tumbuh. Jika buah tumbuh pada cabang muda maka bentuk bulatan buahnya menjadi tidak rata (bergelombang). Sedangkan juka buah tumbuh pada cabang tua, maka bulatan buahnya lebih mulus dan tidak bergelombang. Agar lebih mempercantik penampilan buah, sebaiknya buah jambu dibungkus dengan plastik sejak ukuran buah sebesar telur puyuh. Tujuannya adalah supaya kulit lebih berwarna hijau muda cerah dan mulus.

Prospek

Karena terbilang masih varietas baru, belum banyak petani yang menanam jambu jenis ini secara besar-besaran. Sampai saat ini masih bisa dikatakan jumlah pembudidaya jambu mutiara ini masih sangat terbatas, sedangkan permintaan pasar sudah cukup besar.

Teknik  Budidaya

Buah dengan kandungan vitamin C cukup banyak ini bisa ditanam baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, namun tidak tahan dengan serapan air asin, sehingga tidak cocok ditanam dekat laut. Paling tidak tanaman ini ditanam pada ketinggian antara 500-1200 mdpl. Namun jika ditanam di dataran tinggi yang cukup dingin bisa menghambat pertumbuhan buah. Adapun suhu idealnya sekitar 23 -28 derajat dengan tingkat curah hujan 1000-2000 mm/tahun.

Jambu biji mutiara idealnya ditanam dengan jarak tanam 2-3 meter antar tanaman. Maka jika dari lahan 1 hektar bisa ditanam antara 800-1100 pohon. Sebagian besar pembudidaya jambu biji mutiara menanam bibit dari hasil cangkok maupun okulasi. Bibit hasil cangkok biasanya berbuah lebih cepat namun tanaman akan lebih cepat mati dan kurang kokoh karena berakar serabut sehingga perlu disanggah menggunakan kayu. Berbeda dengan bibit hasil okulasi, meski membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah, namun umur tanaman bisa lebih panjang dan lebih kokoh karena berakar tunggang. Satu batang bibit ukuran 40 cm dijual dengan harga Rp.35 ribu/batang.

Sebelum ditanam, lahan diberi pupuk kandang sebanyak 2 ton/hektar. Lalu bibit ditanam dengan jaran 3×3 meter dan selama pemeliharaan tanaman cukup disiram seminggu sekali. Agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi pemupukan dengan pupuk kandang 2 bulan sekali sebanyak 4 ton/hektar dan pada bulan ke-4 bisa diberikan KCL atau Goldstar maupun probiotik untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Pohon jambu biji mutiara ini bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 6 meter, untuk itu setiap 23- bulan lakukan pemangkasan tajuk atas sehingga pohon tumbuh kesamping.

Dalam waktu 7 bulan setelah ditanama, jambu biji mutiara sudah bisa dipanen dengan ukuran jambu 300-800 gram dan ukuran yang paling diminati adalah 500 gram/buah. Di tahun pertama satu pohon bisa berbuah hingga 50 kg/tahun, dan meningkat di tahun kedua hingga 100 kg/pohon/tahun.

Pemasaran

1 kg jambu biji mutiara di jual dengan harga Rp.12 ribu ditingkat petani, dan Rp.15 ribu di toko/swalayan. Permintaan jambu biji mutiara ini sangat tinggi. Dari 1 toko buah saja bisa meminta rata-rata 50 kg buah/hari. Sementara ini pemasaran memang masih terbatas di seputaran pulau jawa saja, yang artinya masih banyak peluang untuk daerah lain.

Kendala

Jambu biji selama ini belum ada yang bersertifikat, karena pemerintah sendiri yang menyulitkan proses sertifikasi. Padahal banyak pelaku usaha pembibitan yang masih skala kecil. Berbeda dengan pemerintah Thailand yang banyak memberi kemudahan pada proses administrasi agribisnis.

Adapun hama yang biasa menyerang antara lain belalang, ulat daun bulu, dan semut. Untuk mengatasinya bisa diberikan insektisida berupa Curacron sebanyak 1 tutup botol (10 ml) yang di encerkan dalam 4 liter air. Untuk belalang biasanya akan kabur ketika proses penyemprotan. Sedangkan penyakit yang menyerang biasanya terjadi pada musim hujan berupa jamur yang menyebabkan karat batang. Ini bisa diatasi dengan penggunaan fungsida berupa Antracol atau Decis. Dalam perkebunan sebaiknya penyemprotan dilakukan sebulan sekali atau ketika terserang disemprot seminggu sekali secara bergantian.

Lebih Untung Menjadi Pembibit

Jika dibandingkan dengan pembudidaya, usaha pembibitan akan lebih menguntungkan, sebaba lebih mudah, lebih cepat laku, dan tidak perlu lahan yang luas karena bisa menggunakan polybag. Harganya juga lebih mahal perbatang ketimbang buah jambunya. Bahkan meski lokasi kebun pembibit berada di pelosok, akan tetap dicari orang yang membutuhkan bibit. Apalagi permintaan sangat tinggi namun pelaku pembibitan belum banyak. Maka jia pembudidaya buah bertambah, maka akan diperlukan bibit dalam jumlah besar.

Menjadi pembibit jambu biji mutiara bisa mendatangkan omset hingga Rp.100 juta dari perkiraan lahan seluas 1,3 hektar dengan tingkat keuntungan 90% atau Rp.90 juta. Sedangkan bagi pembudidaya buah yang menanam sebanyak 840 pohon diatas lahan 1 hektar omset perbulannya sekitar Rp.42 juta dengan keuntungan sekitar 17%.

Nah bagi anda yang merasa warga Karawang, atau yang berasal dari kota Karawang patut berbangga hati karena ternyata di Karawang banyak memiliki produk produk yang hebat dan tidak kalah dari kotakota lain di Indonesia

Hubungi Kami

|| || || Leave a comments
Karawang Bisnis
Dani Kusmayadi
083819884374 / 08815801755 
kusmayadi.dani@gmail.com

Sekolah Tinggi Perikanan Pertama di Indonesia ada di Karawang

|| || || Leave a comments
Karawang Bisnis, Sebagai warga Karawang patut bangga karena di Karawang akan dibangun Sekolah Tinggi Perikanan yang merupakan Sekolah Tinggi Perikanan yang pertama dan terbesar di Indonesia.
Selain itu juga dengan pembangunan sekolah tinggi perikanan tersebut maka bertambah juga satu lagi pilihan sekolah tinggi yang bersifat kejuruan yang dapat menjadi pilihan alternatif bagi putra putri kita dalam melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi.
Seperti kita ketahui pada saat ini lebih banyak sekolah tinggi yang bersifat umum sehingga mengakibatkan tingginya tingkat persaingan dalam mencari pekerjaan, hal tersebut dikarenakan jumlah lulusan akademis yang tidak seimbang dengan jumlah penyerapan tenaga kerja.

Rencana pembangunan sekolah tinggi perikanan tersebut disampaikan Bupati Ade Swara saat meresmikan bantuan ruang kelas baru dari PT. Pertamina EP Region Jawa di Kec. Cilamaya Wetan, Rabu (20/4).
Menurut Bupati, sekolah tinggi / universitas tersebut akan menjadi sekolah tinggi perikanan yang terbesar dan satu-satunya yang ada di Indonesia. Keberadaan sekolah tinggi tersebut akan menampung sebanyak 5 ribu mahasiswa, dengan menggunakan system boarding school (asrama). “Sekolah tinggi ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah daerah terhadap pendidikan dan potensi daerah yang ada di Kab. Karawang,” imbuhnya.
berdasarkan data dari Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan, Kab. Karawang memiliki potensi sektor perikanan kelautan yang cukup tinggi. Potensi tersebut antara lain potensi perikanan tangkap berupa panjang pantai 84,23 km, panjang sungai 744 km, rawa 20 hektar, dan bekas galian C seluas 282,3 hektar. Sedangkan untuk potensi perikanan budidaya meliputi tambak 18.273,3 hektar, kolam 980 hektar, Mina Padi 11.851,5 hektar, dan kolam jarring apung (KJA) 86 unit.
Di sisi lain perkembangan produksi perikanan di Kab. Karawang pun menunjukkan perkembangan yang terus meningkat. Untuk tahun 2009, produksi perkianan budidaya berupa tambak mencapai 35.005 ton, kolam 2.221 ton, mina padi 671 ton, dan KJA 164,98 ton. Sedangkan untuk produksi perikanan tangkap dari laut mencapai 7.590 ton, sungai 163,41 ton, rawa 83,3 ton, dan bekas galian C mencapai 103,8 ton.
Dari sisi kependudukan, Kab. Karawang memiliki jumlah rumah tangga produksi (RTP) perikanan tangkap (nelayan) sebanyak 2.862 RTP, yang terdiri dari laut 1.003 RTP, sungai 1.116 RTP, rawa 93 RTP, dan bekas galian C sebanyak 650 RTP. Sedangkan untuk perikanan budidaya (pembudidaya ikan) terdapat 8.373 RTP yang terdiri dari tambak 3.528 RTP, kolam 4.428 RTP, mina padi 373 RTP, dan KJA 44 RTP.

Saya (penulis) berharap dimasa yang akan datang dengan dibangunnya sekolah tinggi perikanan di karawang ini dapat melahirkan para usahawan usahawan muda yang dapat menambah jumlah lapangan kerja untuk menyerap tenaga kerja sehingga keseimbangan antara lapangan kerja dan jumlah tenaga kerja dapat tercapai.
|| || || 1 comments

Lemahnya informasi pasar menjadi permasalahan UKM di Karawang

|| || || Leave a comments
Dani Kusmayadi @ Karawang Bisnis

KARAWANG: Minimnya pengetahuan dan informasi pasar para pelaku industri kecil menengah di Kabupaten Karawang, menjadi salah satu kelemahan industri kecil menengah, kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi setempat, Hanafi, 
“Itu hanya salah satu kendala, masih ada permasalahan atau kelemahan IKM lainnya yang cukup menghambat pengembangan IKM (industri kecil menengah) di Karawang,” kata Hanafi, di Karawang.
Dikatakannya, permasalahan lain yang menjadi kendala dalam mengembangkan IKM di Karawang ialah rendahnya jiwa kewirausahaan para pelaku IKM dan aksebilitas terhadap sumber permodalan yang masih rendah.
Para pelaku IKM di Karawang, kata dia, juga belum mampu menjalin kemitraan secara baik kepada industri besar, serta pelaku IKM yang belum mampu menyediakan produk yang berkualitas.
“Akibat permasalahan atau kelemahan itu, maka produk-produk IKM di Karawang belum memiliki daya saing di pasaran,”
Sebagai salah satu pengembangan IKM, dibangunlah rumah kemasan dan sentralisasi kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Karawang di gedung pusat promosi dan informasi produk lokal Karawang.
Kepala Bidang Promosi Dekranasda Jawa Barat, Bismark, di Karawang, Rabu (13/4), mengatakan, kabupaten/kota di Jawa Barat tidak seluruhnya memiliki gedung pusat promosi dan informasi produk lokal daerah setempat serta memiliki rumah kemasan sendiri.
“Hanya empat daerah yang memiliki rumah kemasan, yakni di Cirebon, Garut, Bogor dan Karawang. Untuk daerah lainnya, diupayakan akan memiliki pula, dan saat ini masih dalam proses pengajuan,”

Sehubungan dengan permasalahan lemahnya pemasaran produk IKM di Karawang saya (penulis) secara pribadi ingin mengajak kepada masyarakat Karawang khususnya pelaku bisnis untuk dapat berperan dalam memasarkan produk produk hasil IKM di Karawang, dan bagi para konsumen saya harapkan dapat menerima atau mengkonsumsi produk produk hasil IKM dari Karawang, sehingga diharapkan dengan meningkatnya omset penjualan maka para pelaku IKM juga dapat melakukan penambahan investasi untuk memperbaiki qualitas maupun kuantitas dari produk yang mereka hasilkan, sehingga kedepannya hasil produk dari para IKM di Karawang dapat bersaing dengan produk produk luar kota maupun luar negeri.

Misa Suwarsa : "Jurig Supa" dari Karawang

|| || || 2 comments
Lahir : Depok, Jawa Barat, 9 April 1959

Istri : Yani Sumarni (38)

Anak : Muhamad Hidayatulah (16); Siti Nurjanah (7)

Pendidikan :

- SD, SMP, SMA di Depok

- S-1 Kimia Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

- S-2 Kimia Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB)

- S-3 Universitas Sorbonne, Perancis dan ITB

- Belajar jamur di Universitas Shanghai, 2004

Pekerjaan :

- Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Jamur Merang, Kelompok Tani Jamur Prima, Desa

Mekar jati, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Jabar




Misa Suwarsa, praktisi mikrobiologi yang juga petani jamur merang di Desa Mekarjati, Kabupaten karawang, Jawa Barat, berhasil menciptakan bibit jamur merang sendiri. Kini dia dikenal sebagai ahli "supa" alias jamur.

OLEH DEDI MUHTADI

Misa seperti menjalani konsep Restorasi Meiji, manabu (belajar), maneru (meniru), dan nusumu (mencuri) ilmu pengetahuan dan teknologi. Doktor teknik kimia Institut Teknologi Bandung (1985) ini berhasil menciptakan bibit jamur merang sendiri. Setelah 30 tahun dia mengembangkan bibit itu, kini mantan pegawai badan Tenaga Nuklir Nasional itu berhasil menjadi jurig supa (bahasa Sunda) atau hantu jamur. Misa dianggap sebagai ahli atau tukang jamur.
Selain pernah dikucilkan keluarga, ia juga dikucilkan almamater akibat tindakan "restorasinya" dari ranah intelektual akademis ke pematang sawah. "Ijazah S-3 hingga kini belum pernah saya pegang karena harus ditebus Rp.200 juta. Saya tidak mau..........," ujarnya.
Kisahnya dimulai tahun 1989-an ketika ia memutuskan keluar dari pengajar di ITB dan beralih menjadi petani jamur. "Saat itu gaji saya sudah Rp.1.920 juta, ketika (nilai satu) dollar AS masih Rp.1.500,"kenangnya.
Keputusan itu mengundang kemarahan orangtuanya,ia lalu diusir dari keluarganya di Depok. hanya dengan bekal Rp.10.000, ia pun harus meninggalkan keluarga besarnya. "Itu uang dari ibu saya," katanya.
Misa dianggap intelektual dungu. Dengan bekal uang dan baju seadanya, ia pergi ke Karawang. Daerah lumbung padi ini merupakan kawasan potensial budidaya jamur merang.
Setibanya di Karawang, Misa langsung mencari kubung, bekas budidaya jamur yang sudah tidak dipakai di Tanjungpura, perbatasan Karawang-Bekasi. Dia berjalan kaki berkilo-kilo meter menyusuri irigasi mencari pemilik kubung untuk meminjamnya.
Hari sudah malam setiba di dekat kubung. "Saya tidur di kandang kambing karena petani ini anaknya 12 orang," kenangnya.
Petani miskin yang ditemuinya itu tertarik dengan cerita Misa soal budidaya jamur, tetapi tidak punya modal untuk membudidayakannya. Sementara empat kubung yang tersedia di sana harus disewa Rp.200.000 per kubung.
Misa pun kemudian meminjam uang "monyet" (pinjaman rentenir) . Jika pinjam Rp.200.000, harus kembali Rp.300.000 dalam sebulan.
Mereka butuh modal Rp.600.000 untuk media tanam, yakni jerami dan kapas. uang yang tersedia adalah uang "setan" atau "uang iblis".
Warga desa menyebut uang pinjaman itu demikian karena pengembalian uang panas itu amat menjerat. Jika pinjam Rp.600.000, harus kembali Rp.1,2 juta dalam sebulan.
Misa benar-benar dipersimpangan jalan. Yang bisa dia lakukan hanya shalat tahajud (shalat malam) selama tiga malam. Tuhan pun memberikan jalan untuk melangkah. Dia mendapat pinjaman tanpa agunan.
Dia memperbaiki kubung dengan mengangkut jerami sendiri dari sawah. Daun kelapa untuk biliknya dia ambil dengan memanjat pohon sendiri. "Badan saya lecet-lecet," ceritanya.
Singkat kata, delapan hari kemudian, bibit jamur yang dia buat sendiri tumbuh dengan baik dan dijual di pasar Cikampek, Karawang, dengan harga total Rp.1,45 juta.
Dia mengembalikan pinjaman Rp.1,2 juta sesuai perjanjian tertulis diatas segel. "Uang tersisa hanya Rp.250.000," ujarnya. Namun, setelah itu pemilik tanah kubung tidak mengizinkan lagi Misa menanam jamur.
Misa akhirnya bertemu dengan pemilik kubung bekas sopir Kedutaan Besar Amerika Serikat. Pemilik kubung itu memang menyerahkan pengelolaan, tetapi tidak meminjamkan modalnya.
Misa kembali kepada rentenir. Tetapi, kali ini hanya ada uang "jalan". Itu sebutan uang pinjaman yang harus dikembalikan secepat mungkin. Jika meminjam Rp.300.000, harus kembali Rp.600.000 dalam delapan hari!
Tanpa berpikir panjang, ia modali empat kubung. Delapan hari kemudian, Misa mampu mengembalikan modalnya kepada tukang pukul yang menagihnya. Dari satu kubung, pinjaman itu lunas selama delapan hari. Tiga kubung lainnya mampu menghasilkan 1 ton jamur merang.
Empat bulan kemudian, dia berhasil membeli empat kubung bersama 1.500 meter lahanya di Tanjungpura, Karawang.

Dibakar warga

Misa memulai kehidupan baru usaha pembibitan dan budidaya jamur merang di tempat itu. Dari empat kubung terus dikembangkan menjadi 12 kubung, dan hasilnya puluhan juta rupiah.
Misa lalu membeli 1 hektar sawah senilai Rp.50 juta tahun 1991 untuk memproduksi jerami. Karena tinggal di lingkungan petani miskin, perkembangan usaha Misa yang sangat cepat itu menimbulkan kecemburuan.
"Kami sudah berpuluh-puluh tahun menanam padi tetap miskin, tapi si jurig supa hanya beberapa bulan sudah kaya raya," kenang Misa menirukan umpatan warga. Mereka pun ramai-ramai membakar kubung-kubung jamur Misa.
"Hati saya hancur saat melihat kepulan asap keluar dari sisa-sisa pembakaran kubung," kata Misa. Ia pun stres dan hampir frustasi menerima peristiwa pada pertengahan tahun 1992 itu. Namun, ia segera bangkit, membangun 30 kubung baru senilai Rp.35 juta dengan uangnya yang tersimpan di dalam drum selama usahanya berbulan-bulan.
Usahanya berkembang pesat karena dibantu puluhan tenaga kerja. Seiring berjalannya waktu, Misa membuka pelatihan magang bagi para calon wira usaha melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Jamur Merang Kelompok Tani Jamur Prima, Karawang.
Misa bercerita mendapat ilmu "perjamuran" itu semasa masih mengajar di ITB, tinggal di Dago bandung Utara. Saat itu dia bertetangga dengan Prof Han, guru besar yang saat itu menjadi dosen tamu mikrobiologi di ITB
Suatu saat, profesor itu harus segera pulang ke negerinya, Jerman. Dia menitipkan buku-buku miliknya yang tak sempat dibawa pulang ke negerinya kepada Misa. "Saya percayakan kepada kamu. Buku-buku ini jangan ssampai keluar karena bersama 40 profesor lain kami sudah disumpah untuk tidak keluar ke negara lain," ujar Prof Han.
Dasar "tukang insinyur sableng", sesudah guru besar pergi, ia melakukan nusumu, mempelajari buku-buku mikrobiologi itu. "Ternyata bahasanya China ssehingga saya harus minta bantuan seorang teman menerjemahkan," kata Misa.
Dari situlah Misa nekat hengkang dari ITB dan menjadi jurig supa hingga sekarang. Dari pusat pendidikannya, kini sudah ratusan orang menjadi pembudidaya jamur diseantero Nusantara.

Dikutip dari KOMPAS, (KAMIS, 10 FEBRUARI 2011)

Karawang-ku lumbung padi-ku

|| || || Leave a comments
Oleh : Dani Kusmayadi @ www.karawangbisnis.co.cc

Karawang ku Lumbung Padi ku... Masihkah..?
Setelah sebagian lahan pertanian disulap menjadi kawasan industri dan perumahan yang bukan saja mengurangi luas lahan pertanian tetapi juga menambah jumlah polusi dan pencemaran yang sangat berpengaruh kepada hasil produksi padi di karawang.
Akan tetapi setidaknya itulah pelajaran yang pernah saya terima sewaktu dulu dibangku Sekolah Dasar.
Setidaknya Karawang ku PERNAH terkenal di negeri ini, Mungkinkah predikat LUMBUNG PADI itu kembali bisa kita raih..?

Tantangan produksi surplus 10 juta ton per tahun dari Presiden SBY 


Presiden SBY mengemukakan keinginannya untuk mencapai target surplus beras 10 juta ton pertahun pada saat penutupan Rapat Kerja Pemerintah Pusat dan Daerah di istana Bogor pada hari selasa (22/2)
Presiden bukan hanya mengemukakan keinginannya saja, tetapi SBY pun mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres)No.5 tahun 2011 tentang pengamanan produksi beras nasional dalam menghadapi kondisi iklim ekstrim per tanggal 02 Maret 2011.
Tak kurang dari 18 pejabat tinggi negara dan lembaga terkait di instruksikan untuk menyukseskan program surplus 10 juta ton per tahun itu.

Menggapai Impian Para Petani
Terdengar secara sepintas seakan keinginan itu hanya tinggal mimpi bagi para petani di karawang, dikarenakan hasil panen per hektar pada saat ini hanya bisa mencapai maksimal sekitar 7.0 ton per hektar, belum lagi masalah berkurangnya areal pertanian yang dikarenakan sebagian sudah beralih fungsi menjadi areal industri.
Akan tetapi tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita memiliki keinginan yang kuat disertai dengan kerja keras, setidaknya itulah yang di yakini oleh Yoskar Lim atau lebih akrab di kenal dengan nama Ko Ameng
Seorang pengusaha sembako di karawang mampu membuat suatu terobosan dengan membuat inovasi dalam meningkatkan hasil panen padi
dengan membuat sebuah produk pupuk hayati yang di beri nama SOLBI AGRO dan juga memproduksi benih padi dengan Merk Mekongga.
 " Dengan tekhnologi budidaya yang kami kuasai ditambah aplikasi pembedah tanah dan pupuk hayati Solbi agro kami yakin bisa panen 10 ton per hektar " jelas Yoskar Lim, Sales & Marketing CV Buana Sakti, produsen Solbi agro dan benih padi varietas unggul. dan dia semakin yakin setelah menggandeng Bayer CorpScience Indonesia, perusahaan Pestisida untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit
Program panen 10 ton per hektar itu telah ia laksanakan beberapa waktu yang lalu tepatnya di Dusun Tunggak Jati, Desa Talang Sari, Kecamatan Rengas Dengkok, Kabupaten Karawang.
Tidak hanya di Karawang Produk Solbi juga sudah di coba di berbagai daerah dan dapat diterpkan pada beberapa jenis tanaman pangan diantaranya pada Jagung, Pare, Timun, Kacang dll.

Semoga untuk kedepannya semua petani khusunya di Karawang dapat mengadopsi sistem pertanian SOLBI AGRO tersebut dan dapat mengembalikan predikat lumbung padi nasional ke ranah Karawang.

Warga Karawang Sulap Limbah Jadi Bisnis Beromset Ratusan Juta

|| || || 1 comments
Karawang, (tvOne).
Banyak cara dilakukan untuk menghasilkan rupiah. Salah satu warga yang berhasil menyulap limbah kertas menjadi pundi-pundi rupiah yakni Tulus.
Tulus berhasil memanfaatkan limbah kertasdan abu batu bara menjadi bahan bangunan berupa batako. Usaha tersebut bisa meraih omset hingga ratusan juta rupiah perbulan.
Sampah pabrik atau limbah industri biasanya sangat membahayakan bagi masyarakat. Namun, jika dilakukan pengolahan lebih lanjut limbah industri sebetulnya masih memiliki nilai ekonomis yang justru bermanfaat bagi masyarakat.
Industri pembuatan batako yang dimiliki oleh Tulus widodo yang berlokasi di kecamatan Teluk Jambe Karawang, Jawa Barat menjadi salah satu contohnya. Bisnis yang mulai dilakoni sejak dua tahun terakhir ini kini semakin berkembang. selain menguntungkan karena bisa menjaring banyak rupiah, Tulus pun mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Saat ini produk batako press milik Tulus telah dipasarkan di wilayah Jabodetbek dan Jawa Barat. Tulus mampu memasarkan sekitar rp35 ribu buah batako dalam satu hari dengan omset perbulannya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Menurut Tulus, untuk membuka usaha ini tidak diperlukan modal yang besar. Bahkan dengan uang belasan juta rupiah maka bisnis ini bisa dijalankan.
"Ketekunan dan keuletan dalam menjalankan bisnis menjadi syarat utamanya," jelasnya.

Lahan sempit bukan halangan untuk bertani

|| || || Leave a comments
Sri Mulyani - Petani Kota Jakarta Selatan
Sri Mulyani, seorang petani yang tinggal di Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, dilahirkan di Jakarta 16 Juli 1967. Ibu dari dua orang anak ini memiliki aktivitas usaha tani berupa tanaman sayuran dan tanaman hias dengan lahan garapan sekitar 2 ribu m2.
Dari usaha tani yang telah digelutinya semenjak 12 tahun yang lalu, dengan menerapkan teknologi "Sayuran Ramah Lingkungan dan Budidaya Tanaman dengan Sistem Vertikultur", Sri Mulyani berhasil mendapatkan laba bersih rata-rata setiap bulannya sebesar Rp. 1,3 juta. Hasil ini diperoleh dari selisih antara penerimaan (hasil penjualan) sebesar Rp. 3,15 juta dan pengeluaran (biaya produksi) sebesar Rp. 1,85 juta. Atau, kalau dihitung dalam setahun, keuntungannya kurang lebih sebesar Rp. 15,6 juta.
Sebagai seorang pekerja keras, Sri yang berpendidikan SMA ini tidak mau tinggal diam. la selalu dan terus berusaha mengembangkan usaha taninya. la aktif menambah pengetahuan dan keterampilan dengan mengikuti berbagai pertemuan atau pelatihan, antara lain: 1) Pembinaan dan pengembangan usaha industri kecil se-wilayah DKI Jakarta; 2) Teknis dan manajemen industri kecil; 3) Teknologi pengawetan makanan usaha kecil dan menengah; 4) Diklat kewirausahaan; 5) Promosi pemanfaatan sayuran indigenus; 6) Apresiasi biofarmaka.
Dengan berbagai kesibukan dan sebagai seorang ibu rumah tangga Sri Mulyani dipercaya menjadi pengurus di beberapa organisasi petani, antara lain; 1) Sekretaris Kelompok Tani Nusa Indah; 2) Sekretaris KTNA Jakarta Selatan; 3) Ketua Kelompok Tani Nusa Indah; 4) Sekretaris Gapoktan Indah Lestari; 5) Bendahara Umum KTNA DKI Jakarta; 6) Ketua II Kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Provinsi DKI Jakarta.
Sebagai seorang ketua kelompok tani yang penuh tanggung jawab, Sri Mulyani tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Akan tetapi juga memikirkan kebutuhan bagi anggota kelompoknya. Kebutuhan anggota kelompok disusun melalui rencana kerja kelompok yaitu: 1) Penetapan jadwal pertemuan kelompok; 2) Kebutuhan sayuran setiap minggu/bulan; 3) Pembuatan keripik singkong yang gurih.
Pada tanggal 26 November 1988 terbentuklah Kelompok Tani Nusa Indah beralamat di Jl. Aselih Rt 09/01 Kelurahan Cipedak Kec. Jagakarsa dengan jumlah anggota 25 orang. Kelompok tani ini bergerak di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan olahan pasca panen. Luas lahan yang dikelola sekitar 1 hektar.
Kelompok ini memiliki produk unggulan yaitu sayuran organik yang pelaksanaannya dimulai sejak tahun 2005 dengan luas 2 ribu m2, jumlah bedengan 63 buah ukuran 1,5 x 10 m. Bedengan ditanami sayuran kangkung, bayam dan terong secara bergantian diselingi dengan sayur sawi hijau, selada, kenikir, kemangi. Tanaman tersebut tidak memakai pupuk buatan melainkan pupuk kandang atau kompos saja. Setiap bedengan dapat menghasilkan 10 kg sayuran, total panen setiap bulannya 630 kg dengan harga Rp. 5 ribu/kg

Kunci Sukses Berwiraswasta

|| || || Leave a comments

Ada sejumlah sifat yang mestinya dimiiki oleh serang enterpreneur agar sukses dalam mengembangkan usahanya. Sifat-sifat tersebut jika melekat pada diri seorang enterpreneur akan membuahkan sukses dalam menjalankan bisnis usahanya. Sifat-sifat tersebut antara lain, Disiplin, Komitmen tinggi, Jujur, Kreatif dan inovatif, Mandiri, serta Realistis. Sifat-sifat yang melekat yang dimiliki tersebut menjadi Kunci sukses dalam berwiraswasta yang mutlak harus dimiliki oleh seorang enterpreneur.
Disiplin
Disiplin bermakna dalam melaksanakan kegiatan, wirausahawan harus memiliki ketepatan komitmen terhadap tugas dan pekerjaan secara menyeluruh antara lain ketepatan terhadap waktu, peningkatan kualitas pekerjaan, dan sistem kerja.
Dengan kedisiplinan terhadap komitmen, wirausahawan akan selalu berupaya meningkatkan kualitas pekerjaan dan membangun keunggulan daya saing. Oleh karena itu, wirausahawan selalu menjaga untuk tetap memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang ditetapkan. Salah satu contohnya adalah selalu melakukan dan menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.

Komitment Yang Tingi
Dalam hal memiliki komitmen tinggi, harus disadari bahwa komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatan, wirausahawan harus memiliki komitmen yang konkret, terarah, dan progresif (berorientasi pada kemajuan).
Komitmen terhadap diri sendiri dapat dilakukan dengan proses mengidentifikasi cita-cita dan target yang harus dicapai dalam hidup. Wirausahawan selalu berupaya teguh menjaga komitmen terhadap konsumen untuk mendapatkan kepercayaan mereka, sehingga kepuasan konsumen pada akhirnya memberi keuntungan usaha.
Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku pada kehidupan yang bersifat kompleks, kejujuran mengenai karakteristik produk dan jasa yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, dan kejujuran terhadap segala kegiatan terkait dengan penjualan produk. Kejujuran merupakan salah satu kunci sukses wiraswasta yang sangat penting. Wiraswasta berkaitan dengan relasi dengan orang lain, relasi yang baik jika didukung oleh kejujuran setiap pihak.
Kreatif
Wirausahawan juga harus memiliki daya kreativitas tinggi yang dilandasi oleh cara berpikir yang maju dengan gagasan baru yang inovatif. Gagasan kreatif tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk, ataupun waktu. Justru sering kali ide jenius memberi terobosan baru dalam dunia usaha yang awalnya dilandasi oleh berbagai gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Sebagai wirausahawan juga harus melakukan keinginan yang baik tanpa bergantung pada pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidup dengan mengacu pada budaya perusahaan. Kreatifitas dan inovasi terus menerus akan menjadi kunci penentu sukses berwiraswasta. Wiraswasta merupakan dunia yang dinamis yang memerlukan kreatifitas dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Realistis
Wirausahawan juga selalu berpikir realistis dengan kemampuan menggunakan fakta dan realitas sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatan. Untuk menjadi wirausahawan sukses, syarat utamanya adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahawan yang sangat dipengaruhi oleh ketekunan, kemampuan, atau kompetensi yang ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Itulah beberapa sifat yang menjadi Kunci kesuksesan dalam wiraswasta. (Galeriukm)

Modal Utama Berwirausaha

|| || || Leave a comments
Banyak orang ketika akan memulai berwirausaha terbentur pada pemikiran tidak adanya modal untuk memulai berwirausaha. Darimana mendapatkan Modal untuk berwirausaha? serta sederetan ketakutan dan pertanyaan berkaitan dengan modal untuk memulai usaha. Benar Modal merupakan faktor penting dalam berwirausaha, tetapi apakah modal usaha itu harus berupa materi? Kebanyakan kita berfikiran bahwa modal dalam sebuah usaha adalah materi. Padahal pada kenyataannya modal dalam berwirausaha tidak semata-mata berupa materi. Materi merupakan modal pendukung nomor sekian.

Ada inspirasi menarik dari seorang Bob Sadino mengenai modal usaha, Bob Sadino tentu sudah tidak asing lagi bagi dunia usaha di Indonesia. Modal usaha bagi dia bukanlah semata-mata benda dan uang. Berkaitan dengan Modal Usaha tentu fikiran sebagian besar orang  adalah merujuk pada bank tertentu sebagai tempat untuk memperoleh modal. Menurut dia ada Modal Usaha yang tidak bisa dilihat yang mestinya menjadi pegangan bagi seorang enterpreneur yaitu:
1. Modal Kemauan.
Seorang Enterpreneur harus memiliki kemauan yang kuat dalam menjalankan usahanya. Kemauan adalah dasar untuk sukses dalam berwirausaha.
2. Memiliki Tekad yang bulat
Tanpa Tekad yang bulat seorang enterpreneur mudah goyah manakala mengalami riak-riak dan cobaan dalam menjalankan usahanya. Maka seorang enterpreneur harus memiliki modal usaha berupa tekad yang bulat dan berpegang teguh pada tekad tersebut.
3. Keberanian mengambil peluang
Keberanian merupakan modal awal bagi seorang enterpreneur, enterpreneur merupakan orang-orang pemberani dalam mengambil peluang yang ada di depanya. Selain itu seorang enterpreneur harus berani memulai usaha untuk menangkap peluang-peluang yang ada di depan mata.
4. Jangan cengeng dan tahan banting
Orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal, tetapi orang yang bisa bangkit dari kegagalan. Maka Modal sikap tidak cengeng dan tahan banting sangat penting bagi enterpreneur.
Semoga anda memiliki sifat-sifat tersebut sebagai modal dalam berwirausaha, jika belum miliki segera modal udaha yang tidak nampak tersebut. (Galeriukm).

Strategi Pemasaran 1

|| || || Leave a comments
Memulai bisnis rumahan memang bisa dibilang cukup mudah, terutama dalam hal modal usaha. Karena peluang bisnis ini bisa dimulai dengan modal kecil, dari memanfaatkan potensi yang ada di rumah untuk menekan biaya produksi. Namun, kemudahan dalam memulai bisnis ini, berbanding terbalik dengan kendala sulitnya pemasaran bisnis yang sering dihadapi pelaku usaha. Padahal, bisa dikatakan pemasaran bisnis adalah kunci utama sebuah usaha untuk berkembang mencapai kesuksesannya.
Tak bisa dipungkiri bahwa sebuah bisnis tidak akan bertahan lama, tanpa adanya strategi pemasaran. Begitu juga dengan bisnis rumahan, walaupun Anda menjalankan bisnis kecil-kecilan dari rumah. Tapi bukan berarti Anda tidak membutuhkan strategi pemasaran untuk mengenalkan bisnis Anda kepada masyarakat luas. Lalu, bagaimana strategi  pemasaran produk bisnis rumahan yang paling tepat?
Memasarkan produk bisnis rumahan bisa Anda mulai dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut. Cara  yang mudah, murah dan sangat efektif ini bisa dimulai dengan menginformasikan keberadaan bisnis Anda kepada keluarga besar Anda, para tetangga sekitar, maupun teman-teman dekat. Perkenalkan produk atau jasa Anda, disaat ada acara kumpul keluarga, atau pada waktu kegiatan arisan rutin. Agar konsumen mengetahui produk Anda, dan akhirnya tertarik untuk mencoba membeli. Dari pemberitaan “gethok tular” (dari mulut ke mulut), berita tersebut akan tersebar luas dengan waktu yang relatif singkat.
Selanjutnya Anda bisa menggunakan media iklan untuk menarik minat konsumen. Meskipun bisnis Anda terbilang kecil, dan hanya dilakukan di rumah. Tapi promosi dengan menggunakan media iklan, cukup penting untuk menarik minat konsumen. Untuk meminimalkan biaya, Anda bisa memilih promosi dengan memasang spanduk, banner, atau neon box di depan rumah Anda. Tuliskan nama usaha dan produk-produk yang Anda tawarkan di media tersebut. Jadi, masyarakat yang melewati rumah Anda bisa mengetahui keberadaan produk Anda. Selanjutnya Anda juga bisa membuat pamflet, kartu nama, dan brosur yang bisa Anda bagikan pada para konsumen.

Selain itu, Anda bisa memanfaatkan internet untuk membantu pemasaran produk. Kebanyakan pelaku usaha rumahan mengaku dirinya gaptek (gagap teknologi) dan tidak mau  belajar internet marketing. Padahal untuk memenangkan persaingan pasar, Anda pun harus selalu inovatif mengikuti perkembangan pasar. Cobalah untuk memperluas jangkauan pasar, dengan memasarkan produk rumahan secara online. Misalnya saja dengan membuat website, blog, atau memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Sudah banyak pelaku bisnis rumahan yang menerima permintaan produk dari luar negeri, karena bantuan internet. Sehingga tidak menutup kemungkinan, bisnis dari rumah pun bisa mengekspor produk ke pasar mancanegara.
Terakhir, untuk membantu pemasaran, Anda bisa membuka kerjasama keagen atau reseller produk. Ajak beberapa konsumen yang cukup potensial, untuk menjadi agen atau reseller produk Anda. Berikan potongan harga tertentu atau prosentase pembagian untung yang cukup menarik, pada konsumen yang ingin membantu pemasaran produk Anda. Cara ini memberikan keuntungan kedua belah pihak, baik konsumen maupun pelaku bisnis rumahan. Yang terpenting, jaga kualitas produk Anda. Agar konsumen juga tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.
Cobalah untuk menggabungkan beberapa strategi pemasaran yag telah kita bahas, dan jaga kualitas produk yang Anda tawarkan. Ini akan membantu konsumen untuk mengenal dan mengingat produk bisnis rumahan Anda. Selamat mencoba dan salam sukses.

Sedapnya Bisnis Kecap Ampas Tahu

|| || || Leave a comments
Keberadaan ampas  tahu di  tanah air cukup melimpah, murah dan mudah didapat. Ampas  tahu merupakan  hasil  ikutan  dari  proses  pembuatan  tahu yang  banyak  terdapat  di  Indonesia,  khususnya  di  Pulau  Jawa.    Oleh karena  itu  untuk  menghasilkan  ampas  tahu  tidak  terlepas  dari  proses pembuatan  tahu.
Potensi  ampas  tahu di Indonesia cukup  tinggi,  kacang  kedelai  di  Indonesia tercatat  pada  Tahun  1999 sebanyak  1.306.253  ton,  sedangkan  Jawa Barat sebanyak 85.988 ton.  Bila 50% kacang kedelai tersebut digunakan untuk membuat  tahu  dan  konversi  kacang  kedelai menjadi  ampas tahu sebesar  100-112%,  maka  jumlah  ampas  tahu  tercatat  731.501,5  ton secara  nasional dan  48.153  ton  di  Jawa  Barat.
Ampas ini biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan sebagian lainnya digunakan oleh beberapa masyarakat perdesaan untuk diolah menjadi bahan pembuat tempe gembus. Potensi  ampas tahu  cukup menjanjikan sebagai bahan makanan.
Ditinjau  dari  komposisi  kimianya  ampas  tahu  dapat  digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang tinggi yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan yang beragam variasinya. Sebagai gagasan ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi kecap yang bernilai tambah lebih tinggi.
Ampas (sisa) padat pengolahan tahu dapat diolah menjadi kecap. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai. Sehingga usaha ini cocok untuk usaha kecil berskala rumah tangga. Mau tahu cara pembuatan kecap dari ampas tahu? Berikut ini adalah cara pembuatan kecap dari ampas tahu.
Bahan
  • Ampas tahu
  • Garam.
  • Laru tempe.
  • Bumbu-bumbu.
  • Tapioka.
Peralatan
  • Wadah perendam.
  • Pengukus
  • Wadah fermentasi.
  • Tampah
  • Kompor
  • Kain penyaring
  • Botol
  • Alat penutup botol.
Cara Pembuatan
  • Penyiapan ampas tahu.  Ampas tahu direndam dengan air bersih selama 12 jam. Setelah itu bahan dipres dengan alat pres sehingga airnya keluar. Ampas yang telah berkurang airnya dikukus selama 60 menit, kemudian didinginkan di atas tampah sampai suam-suam kuku.
  • Fermentasi menjadi tempe gembus.  Ampas ditaburi laru tempe (1 gram untuk 1 kg ampas), dan diaduk-aduk sampai rata.  Setelah itu ampas dihamparkan di atas tampah setebal 2 cm dan ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan diatas para-para yang terhindar dari serangga dan cahaya matahari langsung selama 4-5 hari sampai kapang cukup tebal menutupi tempe gembus.
  • Penjemuran tempe gembus.  Tempe gembus dipotong-potong 0,5 x 0,5 x 0,5 cm, kemudian dijemur atau dikeringkandengan alat pengering sampai kering (kadar air dibawah 12 %).
  • Penyiapan larutan garam 20%.  Untuk mendapatkan 1 liter larutan garam 20% dilakukan dengan cara berikut.  Garam sebanyak 200 gram ditambah dengan air sedikit demi sedikit sambil diaduk, sampai volumenya menjadi 1 liter.
  • Fermentasi garam.  Butiran tempe yang telah kering dimasukkan ke dalam larutan garam.  Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam. Perendaman dilakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu. Pada siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah dipindahkan ke udara terbuka , dan penutup wadah dibuka.
  • Ekstraksi kecap mentah.  Hasil fermentasi disaring dengan kain saring. Ampas diperas dengan kain saring atau dipres dengan mesin pres. Cairan kental hasil penyaringan dan pemerasan/ pres disatukan.  Cairan ini disebut dengan kecap mentah. Selanjutnya kecap mentah ditambah dengan air. Tiap 1 liter kecap mentah ditambah dengan 1 liter air.
  • Penyiapan bumbu.
  1. Keluwak, dan lengkuas digiling sampai halus,
  2. Gula merah disayat, kemudian digiling sampai halus, dan
  3. Sereh dipukul-pukul sampai memar.
  • Pembumbuan dan pemasakan kecap manis.  Cairan kecap dipindahkan ke panci, kemudian ditambahkan keluwak, lengkuas, sereh, daun salam. Kecap dipanaskan sampai mendidih.  Kecap yang masih panas disaring dengan kain saring.  Bahan-bahan yang tertinggal di kain saring dibuang. Setelah itu, kecap ditambah dengan gula merah diaduk-aduk sampai seluruh gula larut.  Setiap 1 liter kecap ditambh dengan 750 gram gula merah.  Kecap ini disaring kembali.
  • Pengentalan.  Kecap yang telah dingin ditambah dengan tepung tapioka. Setiap 1 liter kecap ditambah dengan 20 gram tapioka dan diaduk sampai rata.  Setelah itu kecap ini dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk- aduk.
  • Penambahan pengawet.  Sebelum kecap diangkat dari api, natrium benzoate ditambahkan sebanyak 1 gram untuk setiap 1 liter kecap.
    Pembotolan.  Kecap yang telah dingin dikemas di dalam botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.

Renyahnya Bisnis Kripik Belut

|| || || 2 comments

Keripik Belut Disukai di Mancanegara

SIAPA sangka keripik belut disukai orang mancanegara? Namun itulah kenyataan yang diungkapkan Sutarto, pengusaha keripik belut warga Sanggrahan, Kalurahan Joho, Sukoharjo.
Sesuai dengan kesepakatan pembeli asal Australia, setiap bulan dirinya harus mengirimkan 1 kontainer keripik. Jika 1 kontainer berisi keripik 1 ton, setiap hari dia harus memproduksi 226 kg. Padahal, saat ini usahanya hanya mampu memproduksi 100 kg. ''Ini memang tantangan berat bagi kami. Tetapi bagaimanapun bertekad memenuhi pesanan itu,'' ujar lelaki berusia 35 tahun itu.
Dia mengaku merintis usaha keripik belut karena coba-coba. Semula karyawan Kecamatan Sukoharjo itu merintis bisnis jual beli mobil. Namun usahanya menurun seiring dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Bahkan akhirnya dia memilih menutup usahanya karena rugi.
Setelah vakum beberapa saat, ayah Pratama Agung Nugroho dan Primawan Dwi Nugroho ini mencoba menekuni penjualan belut segar. Alasannya, dia melihat banyak pencari belut di Sukoharjo yang kesulitan dalam hal pemasaran. Lalu dia menampung belut-belut tersebut dan menjualnya kembali kepada para perajin keripik.
Setiap hari dia bisa memasok ratusan kilogram belut kepada para perajin keripik belut di Sukoharjo, Klaten, Yogya, hingga Tasikmalaya. Meskipun semula lancar, usahanya menghadapi kendala cukup besar. Pesanan rutin yang diharapkan selalu datang ternyata terkadang lowong. ''Akibatnya, saya menanggung kerugian cukup besar. Bagaimana tidak, sekitar 1,5 kuintal belut segar tak bisa dipasarkan.''
Dipraktikkan
Cobaan tersebut toh tidak membuatnya patah semangat. Malah sebaliknya, muncul keinginan untuk menggoreng belut yang masih ada. Saat itu juga dia belajar cara membuat keripik belut kepada tetangganya yang menjadi perajin keripik belut.
Sampai di rumah, dia segera mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya. Setelah matang, dicobanya untuk mengetes rasa keripik tersebut. Merasa belum puas, kembali dia menggoreng dengan tambahan bumbu sendiri. ''Ternyata rasanya enak, sehingga resepnya saya gunakan hingga sekarang.''
Dengan semangat tinggi, keripik produknya dipasarkan kepada beberapa bakul. Beberapa hari kemudian setelah dicek, keripik belut buatannya laku keras. Bahkan para bakul minta tambahan pasokan. Hal ini membuatnya makin optimistis dalam menjalani profesi baru.
''Apalagi ketika beberapa swalayan besar di Solo, Yogya, dan Jakarta meminta untuk memasok keripik belut buatan saya. Saya makin optimistis.''
Sukses merambah swalayan, Sutarto pun melirik pasar antarpulau. Perlahan namun pasti, usaha yang dikelola sejak 1,5 tahun lalu terus berkembang. Keripik buatannya mampu menembus pasar di Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Dia kemudian merekrut tenaga khusus di bidang pemasaran, penggorengan, dan pemilihan bahan baku. ''Untuk melayani pesanan, saya mempekerjakan 10 karyawan yang dibayar di atas UMR.''
Usahanya makin melejit ketika datang pesanan dari Australia. Di sisi lain, dirinya juga menghadapi tantangan sangat besar, karena harus mampu menjaga mutu dan kualitas, sekaligus menjaga konsistensi pemasokan sesuai kesepakatan dengan pembeli.
Kunci untuk menghasilkan keripik yang enak, harus dipilih belut tangkapan di sawah. Bukan sebaliknya, menggunakan belut hasil budi daya yang menggunakan pakan yang mengandung bahan kimia. Uniknya, meski omzetnya mencapai puluhan juta rupiah setiap hari, dia enggan berhubungan dengan bank.
''Semua masih saya cukupi dengan modal sendiri. Namun entah nanti kalau kekurangan modal, mungkin saya terpaksa pinjam bank,'' katanya.

Budi Daya Pembesaran Belut
Kolam
Pembuatan kolam pembesaran belut diawali dengan perencanaan konstruksi kolam apakah berupa kolam bawah tanah ( kolam gali ) atau kolam di atas tanah ( kolam tembok ), lalu pemilihan lahan yang tepat untuk kolam. Kemudian dilanjutkan dengan penggalian tanah atau pembuatan bak diatas tanah. Kolam-kolam pembesaran belut dengan menggunakan kolam permanen ( tembok ) memiliki ukuran maksimal 500 cm X 500 cm kedalaman 120 cm.
Namun demikian anda juga bisa menggunakan kolam terpal dengan ukuran 400 cm X 200 cm dengan kedalaman 100 cm. Menggunakan kolam terpal memang lebih efisien dan mudah dipindahkan apabila ingin dipindahkan ke tempat lain.
MITRA BELUT menyediakan Kolam Terpal beserta medianya bila anda menjadi Plasma MITRA BELUT Media Pemeliharaan
Setelah anda menyiapkan kolam tersebut di atas, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan media pemeliharaan dengan urutan dan ukuran sebagai berikut :
1. Jerami setinggi
25 – 40 cm.
2. Pupuk Urea 5 kg dan NPK 5 kg (kolam berukuran 500 cm X 500 cm atau perbandingannya).
3. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
4. Pupuk Kandang setinggi 5 cm.
5. Pupuk kompos setinggi 5 cm.
6. Lumpur/tanah setinggi 5 cm.
7. Cincangan Batang Pisang setinggi 10 cm.
8. Lumpur/tanah setinggi 15 cm.
9. Air setinggi
5 cm. Media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi selama kurang lebih dua minggu, atau paling lama 1 bulan sehingga siap untuk ditaburi bibit/benih belut yang akan dibudidayakan.Pelaksanaan Pemeliharaan
Pelaksanaan pembesaran dapat dimulai setelah kolam dan media pemeliharaan siap. Langkah berikutnya adalah memilih bibit belut yang baik agar hasilnya dapat masimal. Bibit belut ini harus dipilih yang sempurna atau normal dan singkirkan yang tidak normal. Belut yang berkualitas ini akan menghasilkan hasil yang baik, sehingga akan berkembang dengan baik pula.Belut berkualitas memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. Anggota tubuh utuh dan mulus yaitu tidak ada luka gigitan atau goresan.
2. Gerakan lincah dan agresif.
3. Penampilan sehat yang dicirikan tubuh yang keras dan tidak lemas manakala dipegang.
4. Tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan.
5. Umur antara 2-4 bulan.Belut ini mudah berkembangbiak dialam terbuka dan tidak sulit dibudidayakan dikolam yang menyerupai habitatnya serta memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan. Pemasaran belut budidaya

ini akan dijamin oleh MITRA BELUT.Secara alami belut memakan binatang lain yang lemah, karena itu mereka harus membuat lubang perangkap yang menyerupai terowongan yang berkelok agar mangsanya tidak mudah lepas. Belut ini dapat dipanen setelah tiga bulan penaburan untuk pasar lokal, namun pasar ekspor minimal enam bulan. Kolam setelah panen diperbaiki dan diganti media pemeliharaannya agar zat renik yang diperlukan pemeliharaan berikutnya dapat tersedia cukup.


TIPS – TIPS BETERNAK BELUT SAWAH
Hal-hal yang “Perlu” diperhatikan dalam beternak belut
adala sbb :
1. Carilah lumpur sawah yang dominan berwarna abu- abu dan di permukaan tanah / lumpurnya banyak mengandung sisa-sisa kotoran cacing lor sawahnya ( tahi cacing).
2. Pastikan dengan menanyakan kepada petani yang memiliki sawah tersebut, apakah disawahnya terdapat banyak belutnya dan ukurannya besar-besar ? Apakah banyak pencari belut (ngobor) disawahnya ? Kalau memang jawabannya “ya” berarti lumpurnya potensial dan cocok sebagai media kehidupan belut.
3. Carilah jerami yang di bagian “batangnya”, jangan pada bagian tangkai bulir padi, karena batang padi lebih cepat membusuk dibanding dengan tangkai bulir.
4. Untuk mempercepat proses Bokashi, jerami dan gedebog, dicacah semakin halus semakin baik karena mudah busuk. Kalau perlu untuk jumlah banyak sebaiknya di Chopper dengan mesin yang punya pisau khusus. Hasil bokashi hendaknya dipisahkan antara yang sudah jadi dan serat-serat yang belum jadi secara sempurna dengan cara diayak memakai ayakan pasir. Nantinya serasah – serasah yang belum jadi sempurna kita bokashi sekali lagi. Hasil Bokashi bisa disimpan dalam jangka waktu lama (sampai 1 tahun) asalkan dimasukkan kedalam karung dan ditimbun ditempat yang kering dan jangan lembab. Sebaiknya dasarnya di kasih pallet biar karungnya tidak bersentuhan langsung dengan tanah (biar tidak lembab).
5. Untuk menghemat pembelian Probiotik. Biasakanlah membiakkan bakteri (probiotik) dengan cara membuat biang sendiri. Bahkan bakteri ini dapat berkembang biak sampai pada F5, namun efektifnya / bagusnya sampai dengan F3.
Yaitu dengan cara memperamnya dan memberi makan Bakteri tersebut dengan Glucosa, seperti gula pasir / merah atau tetes tebu (Molase) maka bakteri dari jenis Lactobacillus sp akan berkembang biak menjadi bermilyar-milyar jumlahnya. Setelah itu baru dipakai untuk bokashi atau campuran jamu. Jadi dengan cara ini kita cuma membeli beberapa botol Probiotik untuk kolam kita yang sangat luas.
6. Carilah Gedebog pisang yang tidak “busuk”, karena gedebog yang busuk akan sulit dicacah. Gedebog yang sudah membusuk serat yang berbentuk seperti benang akan lebih ulet dibanding dengan yang masih segar.
7. Lakukan “Bokashi” diluar terlebih dahulu terhadap bahan-bahan yang mengandung selusose (karbohidrat) maupun lemak, seperti jerami dan gedebog pisang. Karena proses dari fermentasi akan potensial menghasilkan gas Methan (CH4) yang sangat berbahaya. Ini sangat meracuni belut, dan hasil sampingnya juga terbentuk CO2 yang dapat megurangi O2 dalam media kolam. Dengan Bokashi diluar kita bisa mengeluarkan gas-gas methannya dan energy panas akan keluar bebas ke udara.
8. Media jerami dan gedebog yang sudah dibokashi dengan sempurna hendaknya sebelum digunakan dimasukkan dalam karung dan direndam (dicuci) beberapa saat dengan cara diinjak-injak atau dipukul-pukul agar air yang berwarna kemerahan atau hitam (H2S nya bisa keluar). Setelah agak berwarna kecoklatan atau jernih, jerami kita pakai dan kita susun berlapis- lapis dalam kolam pemeliharaan.
9. Jangan mendirikan kolam terpal dekat dengan pohon kelapa, karena akar pohon kelapa yang tajam-tajam dengan mudah melobangi terpal. Untuk menghemat terpal agar tidak dilubangi oleh semut, hendaknya setelah panen, terpal harus segera dicuci dan dimasuki air / digenangi air sampai penuh.
10. Maksud diberinya air pada media budidaya belut dengan ketinggian 5 ~ 10 cm diatas permukaan lumpur adalah untuk pemeraman dengan maksud untuk mempercepat proses Fermentasi yang bersifat Anaerob (tidak membutuhkan O2). Sehingga hasil nutrient yang terdepat di jerami dan gedebog segera dapat dimanfaatkan oleh cacing lor sawah agar berlimpah. Apabila dalam jangka waktu 2 minggu kita sudah melihat cacing kecil-kecil atau cacing rambut yang muncul banyak sekali di permukaan, bukan itu tujuannya. Tujuan kita adalah menumbuhkan cacing lor sawah yang terdapat pada media lumpurnya bukan cacing rambut atau cacing sutera. Jadi fermentasi harus dilanjutkan sampai jerami dan gedebog benar-benar hancur dan terbentuk / muncul cacing lor. Dan untuk mempercepat cacing lor keluar adalah dengan cara menusuk-nusuk media dengan galah atau menginjak-injak lumpurnya (maksudnya juga untuk memasukkan O2 dalam lumpur) setelah itu air media dibikin mancak mancak saja.
11. Untuk menumbuhkan cacing lor sawah dalam jumlah berlipat-lipat adalah dengan cara menaburkan bekatul halus lalu disiram dengan biang EM4 yang botolnya berwarna kuning. Atau pakai pupuk organic cair seperti NASA.
12. Berhati hatilah kalau mencari lumpur sawah !.
a. Lumpur yang berasal dari areal sawahnya berwarna Coklat Kemerahan, biasanya mengandung unsur lempung, dan cenderung mengeras bahkan memadat kalau terendam air.
b. Lumpur berasal dari areal sawah yang berwarna kehitaman , biasanya banyak mengandung pasir, lumpur ini jangan digunakan, karena dapat melukai badan belut.
13. Janganlah memesan benih belut kepada penjual benih, sebelum media anda benar-benar sudah “SIAP“ untuk ditanami ! lihat syarat-syarat wajib dipenuhi sebelum tebar benih.
14. Cara lain untuk mempercepat proses “penetralan” zat kimia pada kolam semen adalah memberi “cairan cukak “ yang biasa untuk memasak pada kolam yang sudah berisi air dan direndam dalam beberapa hari sampai permukaan diatas air tersebut terdapat lapisan seperti minyak.
15. Belilah bibit belut yang berukuran sebesar “jari kelingking”, jangan beli benih yang berukuran “sebesar lidi”. Karena semakin kecil benih belutnya semakin besar resiko kematiannya, sedangkan semakin besar belutnya maka akan semakin kuat.
16. Belilah benih belut yang berwarna coklat kekuningan atau coklat cerah saja, karena benih belut yang berwarna kehitaman dan berdada putih sangat lambat pertumbuhannya (bisa jadi kerdil / kuntet).
17. Yang kita harapkan setelah fermentasi adalah melimpahnya cacing lor sawah bukan cacing rambut atau cacing sutera. Terkadang petani terkecoh akan hal ini. Cacing sutera sudah mulai tumbuh setelah 1 ~ 2 minggu masa fermentasi di dalam kolam (jumlah cacing ini belum cukup untuk memenuhi jumlah konsumsi yang dibutukan bibit belut yang kita tanam). Sedangkan cacing lor sawah akan Nampak melimpah setelah jerami dan gedebok stelah mengalami pembusukan karena nutrient tersebut sebagai sumber pakannya.
18. Jagalah air media kolam dalam keadaan jernih – bening tidak keruh. Belut tidak menyukai air yang keruh. Ingat semua lubang belut yang berada dibawah pematang semuanya ada airnya dan airnya berwarna jernih.
19. Jagalah suhu kolam dalam keadaan “sejuk” airilah kolam walaupun dalam debit yang sangat kecil. Misalnya menaruh ember besar atau drum diatas kolam dan melubanginya sebesar sedotan aqua, air walaupun dalam debit yang sangat kecil akan sangat berpengaruh bagi kondisi kolam menjadi sejuk, menambah oksigen dan membuang amoniak dari sisa pembusukan media dan pakan belut.
Biasanya dipersawahan, orang memancing belut pada siang hari tidak akan dapat hasil tangkapan, karena belutnya pada kebawah semua. Ini dikarenakan suhu air dipermukaan lebih panas dan kebetulan belut juga fototaksis negative (tidak menyukai cahaya).
20. Cara lain untuk untuk menumbuhkan plankton pada media tanam belut yaitu deng memberinya “Vitamin”, Vitamin ini kita bisa membikin sendiri yang terdiri atas :
a. Tepung kacang hijau
b. Tepung kedelai
c. Tepung beras
d. Sayur-sayuran (seperti sawi, daun ketela, bayam, sedikit daun papaya, dll)
e. Air kelapa yang masih segar.
Kesemua bahan tersebut diblender kemudian disaring dan airnya disiramkan ke penampungan benih atau kolam karantina, dibiarkan selama 2 ~ 3 jam baru airnya diganti.
21. Usahakan membawa benih pada malam hari dan menabur benih pada malam hari itu juga karena kondisi media dinginnya masih panjang dan udara di luar media masih dalam keadaan sejuk.
22. Apabila ditemukan bibit belut yang mati segera keluarkanlah dari dalam kolam. Apabila membusuk dan empedunya pecah serta darahnya keluar, akan meracuni belut lainnya. Kalau perlu apabila ada yang sudah membalikkan badannya, hendaknya segera diambil sebelum mereka mati.
23. Pada masa adaptasi dari tebar benih jangan memasukkan air secara besar (menggerojok) karena posisi benih pada saat itu masih disekitar permukaan (± 20 cm di bawah lumpur). Kalau sudah keluar sulit bagi mereka untuk masuk kembali ke lumpur karena kondisinya masih dalam keadaan lemah, ini yang menimbulkan banyaknya kematian.
24. Belut harus dipaksa mau makan. Berikan pakan yg berselang-seling menurut selera mereka dan jangan diganti kalau mereka masih mau makan dengan jenis pakan tersebut. Gantilah pakan dengan jenis lain apabila mereka sudah bosan dengan pakan yang biasa kita berikan.
25. Berikanlah pakan yang ukuran pakan tersebut lebih kecil dari mulut belut yang kita pelihara, baik dengan cara dicacah maupun dihancurkan.
26. Untuk menarik / merangsang belut mau makan hendaknya dipancing dengan pakan yang segar dan berbau amis seperti :
o Cacahan yuyu
o Cacahan cacing merah atau cacing lumbricus
o Cacahan lambung katak hijau
27. Apabila ada kematian benih setelah tebar, kondisi kolam dialiri air mengalir kecil dan diberi jamu empon-empon (campuran biang dan jamu)
28. Untuk tumbuhan air bisa memakai enceng gondok atau kiambang. Jangan menggunakan kangkung air karena akarnya dapat mengeringkan lumpur. Enceng gondok berfungsi menyerap zat racun yang ada perairan, zat-zat racun diserap melalui akar dan disimpan dalam batang yang menggelembung. Jadi kalau semakin subur enceng gondoknya, maka akan semakin tercemar perairan tersebut. Tapi apabila semakin kurus tanaman enceng gondoknya, maka akan semakin subur perairannya.
29. Hewan-hewan renik air sebenarnya tidak begitu kita perlukan karena benih belut yang berada di pasaran atau yang biasa kita tanam besarnya seukuran jari kelingking (finggerling). Namun dikarenakan setelah pemeliharaan menginjak 2.5 bulan keatas biasanya akan keluar anakan (benih) belutnya. Hal ini yang harus kita pikirkan agar media pemeliharaan tetap tersedia hewan-hewan renik.
Dan bentuk pakan yang kita berikan sebaiknya selain berukuran besar untuk belut besar juga berbentuk remahan untuk makan anakannya yang kecil-kecil.
30. Jangan memberi pakan yang terlalu besar yang melebihi ukuran mulutnya, karena belut bersifat menarik dan menyimpan makanannya kedalam lubang-lubang persembunyiannya sehingga mereka harus menunggu sampai menunggu agak lunak hingga bisa dimakan.
31. Bersabarlah melatih mereka keluar lubang persembunyiannya sebelum memberi makan sehingga mereka akan terbiasa keluar lubang menanti makan yang kita berikan. Jadi ini lebih mengefisienkan pakan, karena di daerah Batang Jawa Tengah ada petani belut yang bisa melatih belut-belut mereka untuk keluar menunggu majikannya member makan.
32. Jangan mengganggu belut selama masa pemeliharaan, misalnya mengaduk-aduk media atau memasuk-masukkan galah ke dalam kolam karena belut sangat mudah stress.
33. Baik benih maupun hasil panen, jangan terlalu banyak tersentuh oleh tangan. Mereka mudah stress bila tersentuh oleh tangan. Upayakan menggunakan seser (jaring kecil) pada saat memindahkan benih atau menggunakan alat saring khusus (alat sortir) pada saat panen agar tidak terlalu banyak dipegang-pegang tangan.
34. Jangan memberi pakan belut dengan cacing tanah berjenis cacing kalung di beberapa petani di daerah Demak jawa tengah dan Batang Jawa Tengah setelah cacing tersebut diumpankan, belutnya banyak mengalami kematian.
35. Apabila di kolam pemeliharaan terdapat lumut yang berwarna hijau hendaknya segera diambil dengan cara air baru dimasukkan , setelah agak tinggi permukaan lumpur yang ada lapisan lumpurnya disemprot untuk dikeluarkan.
SEMOGA BERMANFAAT….AMIN…

Peluang Usaha Budi Daya Lobster Air Tawar ( LAT )

|| || || 1 comments


Kisah Sukses Pengusaha Lobster Air Tawar

Merintis usaha memang butuh kejelian dan keberanian. Setiap ada celah dan peluang yang sekiranya bisa membawa hasil, harus segera dimanfaatkan. Contoh nyatanya ada pada diri pengusaha lobster Tarjono di Kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ketika bisnis lobster di Tanah Air lebih didominasi jenis lobster laut, pengusaha lulusan Fakultas MIPA Universitas Indonesia ini justru menawarkan alternatif lain. Dia cenderung memilih bisnis lobster air tawar. "Lobster air tawar itu sama persis dengan di laut. Dan, itu sudah diteliti di Amerika Serikat, baik kandungan dagingnya maupun rasanya. Bedanya hanya kolesterolnya lebih rendah dan mengandung omega tiga," kilah Jhon nama panggilan bapak Tarjono sehari-hari.

Usaha yang dirintis Tarjono termasuk pilihan yang berani dan berisiko. Pasalnya, saat ini tidak banyak pengusaha yang mau terjun mengeluti lobster air tawar. Namun, pilihannya tidak salah. Dia berhasil membuktikan bahwa dalam waktu yang relatif singkat usahanya ini mampu meraup penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulannya.


Selain lobster air tawar memiliki keunggulan lain, rupanya Tarjono juga jeli melihat peluang pasar. Ternyata, lobster jenis ini banyak diminati sejumlah restoran sea food dan hotel di Jakarta. Harganya dia patok sebesar Rp 150 - 250 ribu per kilogram.
Melihat pasaran lobster air tawar begitu tinggi. Pria berusia 42 tahun ini rupanya pintar juga melihat peluang untuk lebih mengembangkan usahanya. Maka, sejak satu tahun silam, Tarjono pun mulai memberanikan diri untuk membuat peternakan lobster air tawar. Tarjono mendirikan usahanya ini di atas tanah seluas 500 meter di belakang rumah tinggal di kawasan Lenteng Agung, Jakatra Selatan
Untuk modal awal Tarjono menyediakan dana sekitar Rp 4,5 juta. Ini di antaranya biaya untuk membeli satu set bibit lobster air tawar yang terdiri atas lima betina dan tiga jantan serta berbagai kelengkapan lainnya. Dibantu istrinya, Tarjono berhasil menjalankan usahanya. Dari peternakan ini dihasilkan berbagai lobster untuk dikonsumsi.
Dengan cara pemeliharaan yang cukup mudah, Tarjono mengaku sangat optimistis dalam menjalankan usaha ini. Pasalnya, lobster air tawar memiliki keunggulan dan potensi pasar yang cukup menjanjikan.
Selain membudidayakan lobster, di tempat ini Tarjono juga membuka pelatihan bagi orang-orang yang berminat untuk terjun dalam usaha sejenis. Dan, sejak satu tahun terakhir ini, dia mulai lebih memfokuskan usahanya sebagai pusat pelatihan dan penjualan lobster air tawar, tidak hanya untuk pembenihan hingga pembesaran saja.
Menurut Tarjono, latihan diadakan sekitar satu hari. Dalam latihan ini dijelaskan dari awal bagaimana cara membuat kolam, mengolah air, pembenihan hingga pengemasan. Misalnya saja untuk pembenihan. Menurunya lagi, semua orang bisa memanfaatkan tempat yang terbatas seperti aquarium. Dengan tempat ini bisa dibenihkan lobster dengan ukuran dua inci hingga lima sentimeter selama dua bulan.
"Itu yang kita sebut anak-anakan. Lobster kecil itu kita lempar ke orang lain untuk pembesaran. Pembesaran dengan ukuran tertentu berlangsung kira-kira enam bulan. Jadi total umur lobster delapan bulan. Beratnya kira-kira satu hingga dua ons per ekor," kata Tarjono

Meski sudah menghasilkan uang hingga jutaan rupiah, namun Tarjono menganggap usahanya ini belum sebesar yang diharapkan. Tarjono menganggap semua itu masih dalam proses merintis. Karena itulah, dalam waktu dekat, Tarjono akan kembali ke kampus dan bekerja sama Fakultas MIPA Universitas Indonesia untuk menggarap bisnis ini. "Lahan dan kolam serta laboratorium sudah disediakan seluas 7.2 hektar. Sekarang ini paling hanya beberapa tempat saja yang kita kirim. Kalau ada restoran yang menambah pesanan, kita pasti kekurangan barang (lobster)," kata Tarjono 


Tarjono juga berkeinginan akan banyak masyarakat yang tergerak untuk menjalankan bisnis budi daya lobster air tawar dengan serius. Sebab, bukan tidak mungkin akan ada setiap lulusan Fakultas Perikanan atau lulusan Perguruan Tinggi yang juga bisa meraih kesuksesan seperti yang telah dirasakan Tarjono, apalagi peluang kerja saat ini sangat terbatas dan persaingan yang sangat ketat.

  
Tekhnik Budi Daya Lobster Air Tawar

Berbeda dengan udang galah, lobster bisa dipasarkan baik sebagai udang konsumsi maupun sebagai hiasan akuarium. Itulah sebabnya prospek lobster jauh lebih terbuka dibandingkan dengan komoditas udang lainnya.
Lobster ini dalam waktu singkat menjadi primadona karena bisa dikembangkan di kolam air tawar.


A. Pengenalan Jenis

Lobster umumnya ditangkap dari pantai. Nelayan pantai Baron, Yogyakarta dengan perahu kecil berenang dan menangkap lobster di antara karang-karang, kemudian dijual di pantai atau dikirim ke pemasok. Kini, lobster air tawar dapat dikembangkan di kolam pekarangan, sama seperti komoditas ikan air tawar lainnya.
Lobster air tawar (Cherax sp.) adalah salah satu genus yang tergolong crustacea (bangsa udang) yang seluruh daur hidupnya terjadi di air tawar. Ukuran tubuhnya secara alami besar. Badannya terdiri dari dua bagian,
yaitu kepala (cephalotorax) dan badan (abdomen). Ada bagian antaranya yaitu subcephalotorax. Seluruh tubuhnya diselimuti dengan cangkang yang dikenal sebagai karapas yang berbahan zat tanduk atau kitin.

Berdasarkan penyebarannya, terdapat tiga famili lobster air tawar sebagai berikut.
a. Famili Astacidae, tersebar di belahan bumi utara.
b. Famili Cambaridae, tersebar di belahan bumi utara.
c. Famili Parastacidae, tersebar di belahan bumi selatan seperti Australia, Indonesia bagian Timur, Selandia Baru, dan Papua Nugini.


B. Kebiasaan Hidup di Alam

Habitat alami lobster adalah danau, rawa,dan sungai air tawar di daerah pegunungan. Selain itu, udang ini juga bersifat endemik karena terdapat spesifikasi pada spesies lobster air tawar yang ditemukan di habitat alam tertentu (native).

1. Kebiasaan makan
Hampir sama seperti udang galah, kebiasaan makan lobster air tawar adalah dengan menggerumuti pakan, sedangkan larvanya dengan menyaring pakan yang masuk bersama air ke mulutnya.
Lobster akan mencari pakan pada malam hari karena tergolong binatang nockturnal. Pakan yang disukainya berupa biji-bijian, umbi­umbian dan bangkai hewan, maupun binatang kecil lainnya. Ikan ini tergolong pemakan segala (omnivora). Sering kali lobster bersifat kanibal terhadap sesamanya.

2. Kebiasaan berkembang biak
Lobster berkembang biak dengan cara bertelur. Tahapan pemijahan d alam biasanya diawali dengan mencari pasangan, kemudian dilanjutkan dengan ritual percumbuan sebagai dan akhirnya memijah. Induk betina akan mengerami telurnya, kemudian dilanjutkan dengan pengasuhan benih hingga umur tertentu.
Lobster umumnya memilih habitat yang memiliki vegetasi yang lebat. bertepi dangkal, dan dasarnya berpasir bercampur Lumpur. Udang ini hidup pada kisaran suhu 26-30 0C, tetapi ada juga jenis lobster yang mampu bertahan pada suhu 10O C.


C. Memilih Induk

Memilih induk lobster ibarat memilih sepasang pengantin yang hendak dipersandingkan di pelaminan. Masing-masing harus matang telur dan tidak boleh keliru menentukan jenis kelaminnya. Tidak boleh dua­-duanya jantan atau dua-duanya betina. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut.
Ciri induk yang berkualitas
Betina
- Adanya lubang bulat yang terletak yang terletak di dasar kaki ketiga.
- Capit betina besarnya sama atau hanya 1,5 kali buku (ruas) pertama.
- Warna lebih gelap dibandingkan pasangannya.
- Umur 6-8 bulan.
- Berat mencapai 30 g.
- Panjang 18 – 20 cm

Jantan
- Memiliki tonjolan di dasar tangkai kaki jalan kelima.
- jantan memiliki capit yang besarnya 2-3 kali buku (ruas) pertama.
- Warna lebih cerah.
- Umur 6-8 bulan.
- Berat 30 g.
- Panjang 18-20 cm.


D. Pemijahan di Kolam

Tidak seperti pemijahan udang windu ataupun udang galah yang menggunakan teknik ablasi (pematangan gonade dengan membutakan udang), pemijahan lobster air tawar masih dilakukan secara alami. Oleh karenanya, keberhasilan pemijahan lobster ini sangat tergantung pada pemilihan induk, kualitas pakan yang diberikan, dan perlakuan lingkungan.

1. Konstruksi kolam
Kolam pemeliharaan calon induk yang hendak dipijahkan sebaiknya menggunakan bak semen, bak plastik, ataupun bak fibre. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan. Namun, penggunaan kolam tanah juga tidak dilarang.
Bentuk bak semen atau bak fibre bisa persegi panjang, bulat, ataupun segi empat. Bak dilengkapi pintu pemasukan dan pembuangan air dan shelter (tempat berlindung). Induk jantan dan induk betina harus ditempatkan dalam kolam yang terpisah untuk mencegah terjadinya pemijahan yang tidak dikehendaki.
Selama dipelihara, calon induk diberi pakan udang segar, cacing halus pelet udang komersial, atau ubi jalar dengan kandungan protein 35-40 % Jumlah pakan yang diberikan 3% dari bobot badan hidup. Frekuensi pem berian pakan 3 kali sehari, pagi, Siang dan sore atau malam. Porsi pakan
yang diberikan pada malam hari lebih banyak karma lobster termasuk binatang nocturnal.


2. Persiapan kolam

Sebelum kolam diisi air, sebaiknya dipasang shelter yang bisa berupa ban mobil bekas, genteng, batako, pralon diameter 3 inci sepanjang 25 cn atau bahan lain yang tidak berbahaya bagi calon induk. Kemudian kolam diisi air dan calon induk dilepaskan. Kepadatan penebaran calon induk
tergantung dari besarnya calon induk yang dipersiapkan. Adapun untuk contohnya dapat dilihat dibawah ini

KEPADATAN PENEBARAN BERDASARKAN BERAT INDUK
1. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (15 g/ekor)
Kepadatan Penebaran (10ekor/m2)
2. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (20 g/ekor)
Kepadatan Penebaran (5 ekor/m2)
3. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (30 g/ekor)
Kepadatan Penebaran ( 1 - 2 ekor/m2)



3. Pemijahan

Pemijahan lobster air tawar masih dilaksanakan secara alami sehingga pemilik hanya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh induk­induk lobster. Sementara keberhasilan pemijahan sangat tergantung dari 'kemauan' induk-induk tersebut untuk memijah.
Pemijahan alami ini dapat dilaksanakan dengan dua jalan, yaitu pasangan dan massal. Pemijahan secara berpasangan dapat dilakukan di akuarium berukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm. Sementara pemijahan secara massal dapat dilaksanakan di bak semen atau bak fibre dengan berukuran 2 m X I M X 1 m atau 6 m x 2 m x I M.
Kepadatan penebaran untuk pemijahan massal yaitu 3 ekor jantan dengan 1 ekor betina untuk setiap 4 m2 bak. Adapun di akuarium seekor jantan dengan seekor betina untuk setiap akuarium. Jangan lupa menam­bahkan aerator ke dalam akuarium.
Jika tidak ada halangan maka induk akan segera memijah dengan ritual pemijahan khan lobster. Induk betina yang telah kawin akan membawa telurnya di antara kaki-kaki renangnya dan merawat benihnya sampai umur tertentu.

E. Penetasan Telur dan Perawatan Benih

Penetasan telur yang dibawa induk betina bisa tetap dilakukan di akuarium dengan memindahkan induk jantan ke lain tempat. Sementara untuk lobster yang dikawinkan secara massal, harus dilakukan sebaliknya yaitu memindahkan lobster betina yang mengerami telurnya ke dalam akuarium atau bak penetasan khusus.
Bak penetasan yang dimaksudkan bisa berupa akuarium ukuran
4o cm x 3o cm x 3o cm. Bak penentasan juga bisa berupa bak fibre yang disekat-sekat yang dipersiapkan secara khusus untuk penetasan, seukuran 3o cm x 3o cm x 30 cm. Bisa juga induk-induk betina yang mengeram ditempatkan bersama-sama di dalam bak fibre bulat dengan diameter 1 meter.
Setelah 8-15 hari sejak pemindahan induk-induk yang mengeram. maka juvenil lobster sudah memiliki bentuk yang mirip dengan induk­induknya. Oleh karena itu, saatnya untuk memindahkan benih ini ke kolam yang terpisah dari induknya.




F. Pendederan dan Pembesaran

Dalam kegiatan pendederan dan pembesaran, biasanya dapat menggunakan kolam yang sama. Persiapan kolam yang dilakukan juga sama.


1. Konstruksi kolam

Untuk pembesaran lobster air tawar, sebaliknya dipersiapkan kolam tanah berbentuk persegi panjang. Kolam dilengkapi dengan pintu pemasukan dan pengeluaran air yang terletak berseberangan secara horizontal untuk menjamin sirkulasi air.
Kolam pembesaran lobster ini banyak dibuat petani di daerah Jawa Barat maupun daerah lainnya. Mereka mempersiapkan kolam seperti untuk pendederan ikan mas dengan cara memupuk kolam dengan kotorar ayam terlebih dahulu.


2. Persiapan kolam

Kolam pembesaran harus dipersiapkan dahulu sebelum benih lobster dimasukkan. Persiapan kolam biasanya meliputi perbaikan pematang kolam dan kemalir (saluran tengah) untuk mempermudah proses panen.
Kolam untuk pembesaran lobster tidak perlu terlalu luas, sesuai
dengan lahan yang tersedia. Luas kolam bisa 100 m2 , 2500 m , atau 600 m2. Ke dalam kolam ditebari pupuk kandang dengan dosis 0,5-1,5 kg/m2. Selain itu, kolam diisi air sedalam antara 40-70 cm agar pakan alami sebagai makanan lobster dapat tumbuh.
Daun kelapa dimasukkan ke dalam kolam pembesaran sebagai shelter. Tujuannya untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam kolam karena lobster termasuk binatang yang menjauhi sinar matahari (nockturnal). Shelter ini bisa juga berupa ban luar bekas mobil. Lobster juga mempunyai kebiasaan menempel di substrat dalam mencari pakan sehingga penempatan shelter ini sangat cocok.


3. Penebaran benih

Benih yang ditebarkan berumur 8-15 hari dengan kepadatan 20-30 ekor/m2 luas kolam. Di tempat pembesaran diusahakan ukuran benih yang ditebarkannya seragam untuk mencegah sifat kanibalisme. Pemeliharaan pertama selama 2 bulan. Selanjutnya, pemeliharaan
dilakukan selama 4 bulan untuk memperoleh lobster ukuran ekonomis 20-30 g/ekor.
Saran
Membesarkan lobster akan mengundang tangan-tangan jahil untuk berbuat jahat karena komoditas ini bernilai ekonomis tinggi. Beberapa petani membesarkannya secara monokultur di antara kolam-kolam lain yang dipakai untuk membesarkan ikan sehingga tidak terlalu menyolok. Langkah lainnya adalah mernelihara udang lobster ini secara polikultur, bersama-sama ikan lain dalam satu petakan kolam yang sama. Tentu harus dipilih ikan yang tidak memangsa benih udang galah, misalnya bersama-sama dengan ikan mas atau ikan tawes.  

Nata de Cassava - Manisnya Limbah Tapioka

|| || || Leave a comments
Nata De Sarilo - Kelompok Penghasil Nata de Cassava dari Pundong Bantul 
Nata de Sarilo (sarining telo) merupakan kelompok binaan program UP-FMA yang memproduksi nata de cassava. Kelompok ini melalui program UP-FMA mendapat pelatihan pembuatan nata de cassava oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta pada Januari 2010. Pelatihan ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki kemampuan dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi. Dengan memanfaatkan air limbah tapioka yang banyak terdapat di Srihardono, Nata de Saliro dengan 17 orang anggota, 7 orang aktif memproduksi Nata de Cassava mulai maret 2010. Nata de Cassava pun mampu menjadi sumber penghasilan bagi seluruh anggota kelompok.



Kelompok yang diketuai oleh Sumadi ini memanfaatkan air limbah tapioka yang dicampur dengan air kelapa sehingga bentuknya menyerupai nata de coco. Perbedaannya dengan nata de coco pada rasanya, produk ini memiliki rasa yang mirip tapai singkong. Kandungan dari nata de cassava ini sama dengan nata de coco yaitu seratnya yang tinggi sehingga baik untuk pencernaan.


Pembuatan nata de cassava ini menggunakan air kelapa dan air limbah tapioka dengan perbandingan 1 : 3. Bahan baku pembuatan nata harus didiamkan terlebih dahulu minimal tiga hari. Jika digunakan bahan baku yang masih baru akan akan mengalami kegagalan karena bahan yang baru tidak baik untuk proses fermentasi. Bahan lain yang diperlukan yaitu asam acetate 25%, gula pasir, ZA dan bibit nata (stater).

Untuk proses pembuatannya diperlukan waktu 7 hari sampai nata benar-benar siap dipanen dan dipasarkan. Langkah pertama dari pembuatan nata ini, air limbah tapioka direbus sampai mendidih. Kemudian tambahkan bahan lainnya yaitu air kelapa, asam acetate, gula pasir, ZA lalu diaduk sampai merata dan ditunggu hingga mendidih. Langkah selanjutnya, larutan bahan nata yang mendidih disaring dan dituang kedalam nampan kurang lebih 1,4 liter. Setelah mengalami pendinginan selama satu malam, ditambahkan bibit nata (stater). Nata kemudian didiamkan atau difermentasikan selama 6-8 hari. Nata yang sudah siap panen akan mengeras dan kandungan airnya habis.

Bahan baku pembuatan nata de cassava tersebut mudah didapatkan sehingga memungkinkan di produksi oleh warga untuk menambah penghasilan keluarga. Kelompok ini membeli air kelapa dan air limbah tapioka Rp. 2.500 – 3000 per 30 liter. Kebutuhan lain yang diperlukan yaitu kayu bakar dan serbuk gergaji harganya cukup terjangkau. Kayu bakar di beli dengan harga Rp. 12.000 per ikat dan untuk serbuk gergaji Rp. 23.000 per karung.

Saat ini, Nata de Sarilo membuat nata dengan kapasitas 2 kuintal perminggu.Kapasitas ini masih sangat minimum dan memungkinkan untuk di tingkatkan mengingat ketersediaan bahan baku. Keterbatasan nampan atau cetakan yang dimiliki menadi kendala utama dalam memaksimalkan kapasitas produksi. Saat ini kelompok baru memiliki 400 nampan, sehingga produksi hanya berjalan selama dua hari dalam satu minggu. Agar proses produksi dapat berjalan penuh selama satu minggu atau tujuh hari dibutuhkan tambahan 1600 nampan dengan harga satuan Rp. 2250. Sehingga, agar produksi maksimal diperlukan tambahan modal sekitar Rp. 2,7 juta.

Meskipun Nata de Sarilo telah mampu memproduksi Nata de Cassava, namun dalam penjualannya masih dalam bentuk mentah. Kelompok ini menjual Nata de cassava mentah di jual ke pengepul dari Kretek bantul dengan harga sekitar Rp. 850 per nampan (+/- 9 ons). Dengan kapasitas produksi 2 kuintal, kelompook ini hanya mampu meraih omset sekitar Rp. 340.000 dengan keuntungan bersih sekitar 50%. Meskipun keuntungan yang didapat cukup besar, namun rendahnya harga jual belum mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Agar dapat menjual produk mereka dalam bentuk produk siap konsumsi, diperlukan ijin P-IRT yang dikeluarkan oleh Depkes. Namun untuk itu perlu pelatihan dengan pembiayaan mandiri. Kondisi ini menjadi kendala tersendiri, sehingga kelompok Nata de Sarilo sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk memfasilitasi perolehan perijinan P-IRT.